Demokrasi Tanpa Arti

Sumber gambar: www.pinterest.com

Oleh: Kouki Mikazuki

Teriakanan kata merdeka menggema di penjuru negeri
Binar mata haru membuncah diri
Syair-syair demokrasi mencuat ke permukaan
Membombardir diri dalam simfoni kemerdekaan

Dalam cita yang merajai, tertanam elegi yang tak diakui
Mengapa tempat mereka terkecuali?
Di mana nama kemanusiaan tak dijunjung tinggi
Ketika maha Nazi melucuti nyawa tanpa diberi sanksi

Tiap detik dihujani peluru dan mesiu
Hamparan tanahnya bersimbah darah para Syuhada
Tiga setengah abad lalu, kita bernasib sama
Ditindas di tanah sendiri, berjuang tanpa kenal henti

Lantas mengapa kita menulikan telinga dan menutup mata?
Melihat angkara murka Zionis mengoyak negeri Palestina
Kita mengisyaratkan empati dengan berpangku tangan tanpa aksi
Apakah ini yang dinamakan empati atau sekadar pengingat hutang budi?

Tuban, 29 Agustus 2021


Tentang penulis:
Kouki Mikazuki adalah nama pena dari gadis berkacamata yang sedang menempuh pendidikan tingkat akhir di kampus IAINU Tuban.
Lebih baru Lebih lama

Random Products