Breaking News

PELANTIKAN PENGURUS BEM IAINU TUBAN PERIODE 2024 MENJADI AWAL DIMULAINYA MEMBAWA KESEJAHTERAAN MAHASISWA DALAM PEMENGEMBANGAN SOFT KILL SEBAGAI PERWUJUDAN DARI MOTTO KAMPUS IAINU TUBAN

 


       Kamis, 20 April 2024 pukul 08:30 pengurus BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) IAINU Tuban akhirnya merealisasikan seminar dan pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa periode 2024/2025 yang bertempat di aula Gedung KH. Hasyum Asy’ari lantai dua dengan tema seminar “Peran Mahasiswa dalam Mengontrol Akademik di Era Society 5.0” yang dihadiri oleh beberapa tamu undangan di antaranya perwakilan dari BEM mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Montong, perwakilan BEM Universitas Sunan Bonang Tuban, dan beberapa peserta yang memang menghadiri pelantikan untuk menunggu sesi seminar yang akan dilaksanakan setelah susunan acara pelantikan telah usai. 

        Dengan tema kegiatan, “Mewujudkan Regenerasi yang Berintegritas dan Akselerasi Progresif dalam Kepengurusan BEM IAINU Tuban,” diharapkan para anggota dan pengemban tanggung jawab sebagai bagian dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAINU Tuban mampu menjadi pribadi yang tentu saja tidak hanya progresif namun juga produktif dalam memberikan kontribusi kesejahteraan mahasiswa tertutama di lingkungan kampus IAINU Tuban yang amat sangat kita cintai ini.

         Acara pagi Kamis itu dilaksanakan dengan dimulainya pembukaan yang dipimpin oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubanul Wathon yang selanjutnya diteruskan oleh upacara pelantikan pengurus BEM IAINU Tuban periode 2024/2025. Setelah sesi pelantikan selesai, acara disambung dengan sambutan-sambutan, yang di antaranya merupakan ketua pelaksana, presiden BEM IAINU Tuban, saudara Sefty Hasan Khusainy, dan sambutan yang terakhir dilanjutkan oleh Bapak Wakil Rektor Pak Supriyanto, M.pd. yang juga selaku yang melantik anak-anak BEM di waktu sebelumnya.

Dalam sambutan beliau, Pak Supri mengucapkan selamat kepada para anggota BEM yang dilantik, “Semoga kedepannya bisa mengantar Badan Eksekutif Mahasiswa IAINU Tuban ke arah yang lebih baik lagi. Kalau bisa ke arah kancah nasional, karena kampus hijau tercinta ini membutuhkan para mahasiswa penggerak harapan bagi kemajuan kampus.” Tutur beliau, “karena tak mungkin kita akan terus memandang UNISMA sebagai pemicu semangat juang kita menuju kemajuan kampus. Setidaknya kampus negeri seperti UINSA atau UIN Sunan Kalijaga menjadi landasan kita agar terus bersemangat dalam memberikan inovasi bagi kesejahteraan mahasiswa IAINU Tuban.” lanjut beliau kemudian.

          Sambutan dari Presiden BEM yang baru saja dilantik pun tak kalah keren, ia memaparkan bahwa acara di kamis pagi ini diharapkan menjadi awal mula periode baru menjalankan program kerja demi program kerja yang akan diadakan setelah acara pelantikan dan seminar hari itu berlangsung. 

“Meski terlambat beberapa menit dari pukul yang telah diinformasikan, namun dengan terlaksanakannya acara ini menjaqdi bagian dari seuluruh agenda acara dalam BEM periode saat ini.” Imbuhnya, “sebagai bagian dari kepengurusan BEM, tentunya menjadi tanggung jawab dan sebagai privilege bagi pribadi mahasiswa itu sendiri. Karena pada dasarnya mahasiswa adalah sosok pemilik kata maha satu-satunya setelah Tuhan. Tuhan Yang Maha Esa. Seakan-akan mahasiswa dan Tuhan memiliki kedudukan yang setara. Mahasiswa merupakan “Tuhannya para Siswa” jika kita ibaratkan seperti itu. Tentunya tingkat dan semangat belajarnya lebih tinggi daripada apapun. Tidak mengesampingkan kebiasaan baca buku namun juga tidak serta merta meninggalkan peradaban yang serba cepat.”

Demikianlah serangkaian isi sambutan-sambutan para pemiliki kedudukan dalam miniatur negara kita ini, semoga dengan penyampaian mereka kita bisa lebih melek ilmu, dan mengatakan kepada diri sendiri menjadi mahasiswa itu tidak lama, hingga acara yang paling ditunggu-tunggu pun dimulai. Puncak dari serangkaian acara kali ini ditutup dengan diskusi dan tanya jawab mengenai peran mahasiswa dalam mengontrol sistem pendidikasn di era digital revolusi industri 5.0. 

Yang didampingi oleh Ubaid Nasrulloh sebagai moderator pada seminar kali ini bersama kordinator wilayah BEM PTNU Jatim, yaitu A. Najib Ad Daroin S.H sebagai pemateri dalam acara inti kali ini. Menerangkan kepada para peserta seminar tentang mahasiswa yang seharusnya tidak hanya mengerti sejarah terdahulu sebelumnya, namun juga mengikuti era saat ini. Namun tidak seharusnya kita terjerat dalam kata-kata “mengikuti zaman” tetapi ketika kita telah mengatakan benda elektronik seperti yang kita pegang sekarang merupakan bagian dari agar tidak tertinggal oleh zaman yang semakin canggih, mengapa saat ini kasus baru mulai menggerogoti kolom berita. Seperti saat ini, dilansir dari website Badan Pusat Statistik jumlah penangguran di Indonesia menjapai 4, 82 persen. 

          Perlukah mahasiswa memperhatikan hal ini? Perlu sekali seharusnya. Apalagi jumlah pengangguran kebanyakan merupakan anak yang masih first graduation atau kita sebut sebagai anak yang baru lulus SMA. Disamping pengaruh sosial media yang membuat mereka tidak percaya diri dalam menentukan pekerjaan mereka, biaya UKT dari kampus ternama seperti contohnya UGM, biaya yang mereka keluarkan jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini pun bersamaan dengan jumlah pengangguran yang tinggi. Bisakah kita menyebut bahwa pendidikan serba canggih tidak berarti apa-apa jika anak-anak di masa sekarang lebih memilih untuk tidak kuliah atau bekerja? 

Hal inilah yang menjadi pembahasan hangat mengenai peran mahasiswa terhadap akademik yang mulai sedikit demi sedikit beralih ke era Revolusi Industri 5.0. 

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri beserta poto bersama.

Reporter : Maulida Sufi Hindun

Advertisement

Cari sesuatu di sini

Close