Moderasi Beragama Mahasiswa PAI IAINU Tuban
Tuban – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 5C Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban melaksanakan pembelajaran lapangan pada mata kuliah Perencanaan dan Desain Pembelajaran dengan mengangkat tema “Dakwah Kultural Sunan Bonang sebagai Model Moderasi Beragama”, Senin, 4 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Makam Sunan Bonang, Tuban, ini menjadi bagian dari upaya pembelajaran kontekstual yang mengaitkan teori perencanaan pembelajaran dengan nilai-nilai sejarah Islam Nusantara. Mahasiswa diajak untuk melihat langsung bagaimana dakwah kultural Sunan Bonang berperan dalam menyebarkan Islam secara damai melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal.
Melalui observasi lapangan, diskusi, dan refleksi, mahasiswa menelaah nilai-nilai toleransi, keseimbangan, serta penghargaan terhadap perbedaan yang menjadi prinsip penting dalam moderasi beragama. Pendekatan dakwah Sunan Bonang dinilai relevan dengan kondisi kehidupan beragama masyarakat Indonesia yang majemuk.
Pembelajaran lapangan ini tidak hanya berfokus pada pemahaman sejarah, tetapi juga diarahkan pada penguatan kemampuan mahasiswa dalam merancang pembelajaran yang responsif terhadap realitas sosial. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam praktik pendidikan agama Islam di masa mendatang.
Dosen pengampu mata kuliah, Rr. Kusuma Dwi Ma’rifati, M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak berhenti pada pemahaman teoritis semata, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dari praktik dakwah kultural yang telah diterapkan oleh para wali.
“Pendekatan dakwah Sunan Bonang menunjukkan bahwa penyebaran Islam dapat dilakukan secara humanis dan kontekstual melalui budaya lokal, tanpa menghilangkan substansi ajaran Islam itu sendiri,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak lanjutan bagi mahasiswa dalam menyusun desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih moderat dan inklusif. Pemahaman terhadap dakwah kultural Sunan Bonang menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan metode pembelajaran yang menghargai keberagaman budaya dan sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, pengalaman lapangan ini mendorong mahasiswa untuk bersikap lebih reflektif dalam menyikapi dinamika kehidupan beragama di Indonesia. Nilai-nilai dakwah yang damai, adaptif, dan toleran diharapkan dapat diterapkan mahasiswa baik dalam lingkungan akademik maupun dalam kehidupan sosial keagamaan sehari-hari.

Social Footer