TUBAN – Memasuki minggu ketiga sejak diresmikan akhir April lalu, IAINU Mart kian mantap menjadi pilihan utama civitas akademika IAINU Tuban untuk memenuhi kebutuhan harian. Unit bisnis baru di bawah naungan Unit Pengembangan Bisnis ini sukses menyita perhatian lewat jargon unik yang mereka gaungkan: “Belanja Murah Sambil Sedekah”. Namun, jika digali lebih dalam, minimarket kampus ini menyimpan visi besar yang jauh melampaui urusan jual-beli biasa.
Rektor IAINU Tuban, Prof. Dr. M. Syamsul Huda, M.Fil.I., menjelaskan bahwa IAINU Mart didirikan dengan mengedepankan pendekatan triple helix, sebuah sinergi kuat antara dunia kampus, dunia usaha, dan masyarakat sekitar. Visi ini diwujudkan dengan menyediakan berbagai kebutuhan mahasiswa dan karyawan langsung di dalam area institusi.
“Kenapa harus beli di luar kalau bisa di dalam? Bahkan kita siapkan harga bersaing dan ada
diskon,” tutur Prof. Syamsul Huda optimis.
Meneladani Ekonomi Rasulullah: Mengajar Keadilan dan Keberkahan
Lebih dari sekadar mengejar profit atau keuntungan materi, pimpinan kampus menekankan bahwa konsep ekonomi yang dibangun di IAINU Mart membawa misi spiritual yang mendalam. Mereka ingin meneladani bagaimana Rasulullah SAW mengubah pola transaksi ekonomi di zaman dahulu, di mana nilai keadilan dan keberkahan berada di atas segalanya.
“Kita meneladani bagaimana Rasulullah mengubah pola transaksi ekonomi, tidak hanya soal untung rugi, tetapi juga keadilan. Misalnya, ada fleksibilitas harga sesuai kondisi pembeli. Ini yang akan kita kembangkan,” jelas Rektor secara mendalam.
Semangat sosial dan kemandirian ini juga dirasakan langsung oleh garda depan yang
menjalankan toko harian ini. M. Rifqi Ali Maghfur, salah seorang mahasiswa aktif yang bekerja disana menceritakan bahwa seluruh keuntungan yang didapatkan dari unit usaha ini memang didedikasikan sepenuhnya untuk institusi.
“Dari laba yang diperoleh nantinya akan dialokasikan kembali untuk pengembangan kampus.” ujar Rifqi menjelaskan komitmen mulia di balik meja kasir IAINU Mart.
Konsep All in One Service dan Etalase Kreativitas
Selain menyediakan barang kebutuhan harian seperti makanan ringan, mi instan, kopi, tisu,
perlengkapan mandi, kebutuhan wanita, hingga alat tulis, IAINU Mart sejak awal dirancang sebagai pusat layanan terpadu (all in one service). Saat ini, para mahasiswa sudah bisa
memanfaatkan layanan cetak dokumen (print). Kedepan, fasilitas ini akan terus berkembang
dengan menyediakan layanan perbankan hingga jasa pengiriman paket (ekspedisi).
Berkaca dari pengalamannya mengunjungi berbagai perguruan tinggi di luar negeri, Prof.
Syamsul Huda juga memproyeksikan mart ini sebagai etalase kreativitas internal. Produk-produk buatan dosen, mahasiswa, dan lingkungan kampus seperti kaos, merchandise, hingga produk khas Tuban lainnya akan dipasarkan di sini.
‘’Ke depan, mart ini juga diharapkan menjadi destinasi oleh-oleh bagi para tamu yang
berkunjung ke kampus,’’ harap Rektor. Bahkan, kampus sudah menyiapkan rencana jangka
panjang untuk memanfaatkan ruang-ruang kosong yang ada menjadi klinik kesehatan atau tempat praktik dokter.
Berdayakan Mahasiswa Aktif dan Raih Dukungan Warga Sukolilo
Keunikan lain dari IAINU Mart adalah keterlibatan langsung para mahasiswa aktif dalam operasionalnya. Guna memastikan roda bisnis berjalan tanpa mengorbankan sisi akademis, manajemen menerapkan sistem pembagian shift kerja yang matang dan disesuaikan dengan jadwal perkuliahan.
Pada praktik yang sudah berjalan saat ini, shift pagi dikelola oleh mahasiswi, sedangkan saat
shift siang giliran mahasiswa laki-laki—seperti Rifqi—yang mengambil alih tugas jaga. Pola ini membuktikan bahwa mahasiswa bisa belajar berwirausaha secara produktif di sela-sela waktu belajar mereka.
Langkah mandiri institusi ini rupanya mendapat respons yang sangat positif dari lingkungan sekitar kampus. Suwandi, Ketua RW 4 Kelurahan Sukolilo—wilayah tempat IAINU Mart berdiri—menyambut baik kehadiran minimarket tersebut saat menghadiri acara launching pada Rabu, 30 April 2026 lalu. Menurutnya, keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu membawa manfaat yang luas, tidak hanya untuk internal kampus tetapi juga bagi warga sekitar.
“Semoga membawa berkah bagi civitas akademika dan masyarakat. Terima kasih atas
undangannya, nanti akan kami informasikan ke seluruh warga Kelurahan Sukolilo,” ujar
Suwandi hangat.
Sebagai bentuk dukungan, Suwandi juga memberikan pandangan yang cukup strategis agar kedepan lokasi mart bisa terus dikembangkan di area tepi jalan raya agar lebih mudah terlihat dan diakses oleh masyarakat umum. “Harapannya bukan hanya mart-nya yang berkembang, tapi IAINU juga semakin maju dan mahasiswanya semakin banyak.” tambahnya.
Melalui sinergi dari seluruh lini ini, harapan besar yang digantungkan pimpinan kampus perlahan mulai menampakkan wujudnya. “Kita ingin kampus ini tidak hanya mencetak lulusan, tapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar,” pungkas Prof. Syamsul Huda.
Penulis: Adinda Salma & Siti Nur Farida, serta dokumentasi resmi rilis kampus IAINU Tuban
0 Komentar