Menahan Diri di Masa Pandemi


Oleh: Laela Rohmatin Ulya

Sudah satu bulan lebih ibu pertiwi tak lagi memancarkan senyum manisnya. Selama itu pula ia menahan rasa sakit yang sedang dideritanya, ia berjuang melawan segala yang dirasakan demi bertahan hidup. Tubuhnya yang tak lagi muda dipaksa untuk berjuang serta merasakan segala hal yang saat ini terjadi.

Tak sedikit yang mengulurkan tangan untuk membantunya kembali bangkit dari rasa sakit yang ia rasakan. Tak sedikit pula yang memilih tak peduli akan sakit yang ia derita. Walau telah banyak imbauan yang dilontarkan untuk selalu bergandeng tangan dalam menyelesaikan kesakitan yang kini terjadi. Namun, masih saja banyak yang enggan melakukan itu. Entah apa pemikiran yang mereka gunakan. Padahal segala imbauan yang telah diberitahukan tak lain bertujuan untuk saling melindungi terhadap sesama dan untuk segera mengembalikan senyum manis ibu pertiwi.

Dua kondisi yang terjadi secara bersamaan, dua masa yang berlangsung secara bersamaan. Masa pandemi covid-19 yang terjadi sebelum datangnya bulan Ramadan ditahun ini telah meminta kita semua untuk selalu menjaga kebersihan, kesehatan serta kestabilan hidup sehingga dapat bertahan dan melewati masa suram ini dengan segera. Tapi, dibalik itu semua ketika kita menengok kembali bagaimana keadaan dari bangsa ini. Di mana kita ketahui bersama bahwa mungkin bangsa ini belum siap untuk menerima tantangan sebesar ini, tapi bagaimanapun keadaannya sesulit apapun tantang itu harus diterima dengan lapang dada. Karena seluruh dunia juga merasakan pandemi ini. Bahkan negara adikuasa, dimana sistem pemerintahan dan kebijakannya telah diakui dunia pun malah menjadi peringkat pertama sebagai penderita pandemi terbanyak dunia.

Dari semua ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa, menjadi yang berkuasa tidak akan menjamin seseorang lolos dalam tantangan ini. Sekarang yang dapat dilakukan untuk mencegah pandemi covid-19 adalah kesadaran dari diri kita masing-masing agar selalu mengupayakan hal terbaik dan yang dapat dilakukan salah satunya menahan diri.

Menahan diri dengan tidak melanggar aturan pemerintah yang diberlakukan saat ini, meskipun sangat berat. Jika memang terdesak untuk melanggar aturan pemerintah saat ini pikirkan kembali akibat yang akan terjadi. Lalu apabila pelanggaran itu  demi memenuhi kebutuhan hidup yang tak tersentuh uluran tangan, maka tetap terapkanlah protokol yang disosialisasikan pemerintah.

Bagi kaum muslim khususnya, masa pandemi ini mungkin sangat tidak diharapkan, karena pada masa ini bulan keberkahan yang selalu didambakan telah tiba. Bulan Ramadhan yang hanya ditemui sekali dalam setahun merupakan bulan yang membawa banyak berkah.

Banyak kesan yang diciptakan untuk menunggu satu hari di dalamnya. Di mana seorang diwajibkan menahan diri dalam segala hal, tidak hanya menahan lapar dan dahaga melainkan pula menahan diri untuk tidak melakukan hal yang buruk.

Setelah adzan maghrib berkumandang hingga adzan subuh pun banyak kesan yang tercipta dan semua itu tak ditemukan selain dibulan Ramadan. Namun pada Ramadan kali ini terasa berbeda, segala kesan yang biasa terjadi mungkin tak lagi ada. Semua ini karena pandemi yang mengunjungi bumi pertiwi.

Dampak yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19 ini terjadi pada semua sektor. Baik itu ekonomi, religi, sosial, budaya, pemerintahan dan lainnya. Oleh karena itu semua dituntut untuk dapat bertahan dan waspada akan segala hal yang kemungkinan terjadi sampai pandemi ini berakhir.

Upaya dalam pencegahan dampak terburuk telah banyak dilakukan, namun semua itu tak kan berhasil tanpa adanya kesadaran saling membantu berjuang bersama melawan pandemi.

Setidaknya kita sebagai kaum muslim dapat memetik hikmah yang terkandung pada peristiwa saat ini. Karena sesungguhnya Allah memberikan suatu kejadian tak lepas dari sebuah pelajaran dan ganjaran.

Segala kejadian sudah digariskan dan ditetapkan untuk terjadi, meskipun kadang terasa perih untuk dialami namun itulah kehidupan. Selalu jaga kesehatan, patuhi segala aturan  dan tetap berdoa agar semua cobaan segera menghilang.

Belum ada komentar untuk "Menahan Diri di Masa Pandemi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel